Category Archives

6 Articles

Obat Penawar Derita

Posted by naili on
6
RENUNGAN

Alkisah, ada seorang ibu muda yang sudah berhari-hari tidak makan, hingga tubuhnya semakin kurus saja.

 Seorang tabib tua memeriksa denyut nadinya, lalu berkata: “Anda memendam begitu banyak masalah dalam hati Anda, sehingga badan menjadi lemah. Karena sebenarnya Anda tidak memiliki penyakit yang parah.”

Setelah mendengar diagnosis sang tabib, ibu muda itu merasa sangat lega seperti terlepas dari beban berat. Kemudian, ibu muda itu pun menceritakan semua masalahnya pada sang tabib. Tabib tua pun bertanya, “Bagaimana perasaan suami Anda terhadap Anda?” Si ibu muda menjawab dengan tersenyum, “Sangat menyayangi saya.” Tabib tua bertanya lagi, “Apakah punya anak?” Dengan penuh ceria si ibu muda menjawab, “Ada, seorang putri, sangat pengertian….” Selagi tadi bertanya, sang tabib pun menuliskan sesuatu. Setelahnya, ia memperlihatkan tulisannya di dua kertas pada si ibu muda itu.

Lembar yang satu bertuliskan masalah si ibu muda, dan lembaran yang lain berisikan sukacita si ibu muda. Kemudian, sang tabib berkata pada si ibu muda, “Kedua kertas ini adalah resep obat untuk penyakit Anda, Anda mencatat semua masalah yang Anda hadapi, dan melupakan sukacita di sekitar Anda.” Sambil berkata begitu, sang tabib tua menyuruh muridnya membawakan sebaskom air dan tinta. Setelah itu, sang tabib meneteskan tinta hitam ke dalam air yang jernih.

Terlihat warna hijau muda dari tetesan tinta yang mulai menyebar ke seluruh permukaan air. Dan dalam sekejap, tinta itu tak terlihat lagi. Sang tabib berkata lagi, “Ketika tinta hitam masuk ke dalam air, warnanya akan memudar.

Bukankah kehidupan kita juga begitu?” ======================== Sering kali beban penderitaan yang begitu berat kita rasakan, lebih dikarenakan diri kita sendiri yang terlalu terpaku pada masalah-masalah yang ada dan melupakan sukacita yang ada di sekitar kita. Cobalah belajar untuk mencampurkan sedikit demi sedikit penderitaan pada air kehidupan yang jernih, luas, dan berisi sukacita kita. Dengan begitu, beban hidup kita akan terasa lebih ringan.”

DI MANA LETAK KEBAHAGIAAN ?

Posted by naili on
1
RENUNGAN

Konon pada suatu waktu, Tuhan memanggil tiga malaikatnya. Sambil memperlihatkan sesuatu Tuhan berkata, “Ini namanya Kebahagiaan. Ini sangat bernilai sekali. Ini dicari dan diperlukan oleh manusia. Simpanlah di suatu tempat supaya manusia sendiri yang menemukannya. Jangan ditempat yang terlalu mudah sebab nanti kebahagiaan ini disia-siakan. Tetapi jangan pula di tempat yang terlalu susah sehingga tidak bisa ditemukan oleh manusia. Dan yang penting, letakkan kebahagiaan itu di tempat yang bersih”. Setelah mendapat perintah tersebut, turunlah ketiga malaikat itu langsung ke bumi untuk meletakkan kebahagiaan tersebut. Tetapi dimana meletakkannya? Malaikat pertama mengusulkan, “Letakan dipuncak gunung yang tinggi”. Tetapi para malaikat yang lain kurang setuju. Lalu malaikat kedua berkata, “Latakkan di dasar samudera”. Usul itupun kurang disepakati. Akhirnya malaikat ketiga membisikkan usulnya. Ketiga malaikat langsung sepakat. Malam itu juga ketika semua orang sedang tidur, ketiga malaikat itu meletakkan kebahagiaan di tempat yang dibisikkan tadi. Sejak hari itu kebahagiaan untuk manusia tersimpan rapi di tempat itu. Rupanya tempat itu cukup susah ditemukan. Dari hari ke hari, tahun ke tahun, kita terus mencari kebahagiaan. Kita semua ingin menemukan kebahagiaan. Kita ingin merasa bahagia. Tapi dimana mencarinya? Ada yang mencari kebahagiaan sambil berwisata ke gunung, ada yang mencari di pantai, Ada yang mencari ditempat yang sunyi, ada yang mencari ditempat yang ramai. Kita mencari rasa bahagia di sana-sini: di pertokoan, di restoran, ditempat ibadah, di kolam renang, di lapangan olah raga, di bioskop, di layar televisi, di kantor, dan lainnya. Ada pula yang mencari kebahagiaan dengan kerja keras, sebaliknya ada pula yang bermalas-malasan. Ada yang ingin merasa bahagia dengan mencari pacar, ada yang mencari gelar, ada yang menciptakan lagu, ada yang mengarang buku, dll. Pokoknya semua orang ingin menemukan kebahagiaan. Pernikahan misalnya, selalu dihubungkan dengan kebahagiaan. Orang seakan-akan beranggapan bahwa jika belum menikah berarti belum bahagia. Padahal semua orang juga tahu bahwa menikah tidaklah identik dengan bahagia. Juga kekayaan sering dihubungkan dengan kebahagiaan. Alangkah bahagianya kalu aku punya ini atau itu, pikir kita. Tetapi kemudian ketika kita sudah memilikinya, kita tahu bahwa benda tersebut tidak memberi kebahagiaan. Kita ingin menemukan kebahagiaan. Kebahagiaan itu diletakkan oleh tiga malaikat secara rapi. Dimana mereka meletakkannya? Bukan dipuncak gunung seperti diusulkan oleh malaikat pertama. Bukan didasar samudera seperti usulan malaikat kedua. Melainkan di tempat yang dibisikkan oleh malaikat ketiga. Dimanakah tempatnya? Saya menuliskan sepenggal kisah perjalanan hidup saya untuk berbagi rasa dengan teman-teman semua, bahwa untuk mendapatkan kesuksesan dan kebahagiaan itu tidaklah mudah. Perlu perjuangan. Ibarat sebuah berlian, dimana untuk mendapatkan kilauan yang cemerlang, harus terus diasah dan ditempa sehingga kemilauan yang dihasilkan terpancar dari dalamnya. Begitu juga hidup ini.Kita harus rendah hati. Seringkali kita merasa minder dengan keberadaan diri kita. Sering kali kita berkata, ach… gue mah belum jadi orang. Tinggal aja masih ama ortu, ngontrak, TMI dll. Kita harus ingat, bahwa yang menentukan masa depan kita adalah Tuhan. Dan kita harus menyadari bahwa jalan Tuhan bukan jalan kita. Tuhan akan membuat semuanya INDAH pada waktunya. Jika menurut buku ada 7 faktor (mental, spiritual, pribadi, keluarga, karir, keuangan dan fisik) yang menentukan sukses seseorang, mengapa tidak kita coba untuk mencapainya semua itu? Setelah kita mencapainya, bagaimana kita membuat ke-7 faktor tersebut menjadi seimbang? Yang penting disini adalah hikmat. Barang siapa yang bijaksana dapat mencapai kebahagiaan dan kesuksesan di dalam hidup ini. Oh ya…, dimanakah para malaikat menyimpan kebahagiaan itu? DI HATI YANG BERSIH.”

KEPOMPONG

Posted by naili on
0
RENUNGAN
Kepompong

Kepompong

Jika Anda mengamati lebih dekat pada kepompong, maka dia adalah contoh sederhana yang paling baik untuk kita mengambil pelajaran. Kepompong untuk menjadi kupu yang indah, dia berdiam diri selama sekian hari untuk selanjutnya menjadi hal yang disenangi oleh alam, termasuk Anda.

Diamnya kepompong bukan suatu yang statis yang tanpa hasil, tapi adalah contoh kesibukan seekor ulat yang mendambakan sesuatu keindahan dengan kepasrahan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Dalam diamnya mengakui segala kelemahannya.

Apa yang terjadi kemudian? Tuhan memberikan hasil yang sangat menakjubkan. Ulat yang tadinya menggelikan itu berubah total menjadi kupu nan indah dan diidamkan kedatangannya oleh bunga, pohon dan dahan-dahan hutan yang merindukan lentik-lentik kaki dan ciuman sang kupu.

Tuhan Yang Maha Kasih memberikan pelajaran yang cukup menarik. Ulat telah melakukan sesuatu untuk mendapatkan hasil. Namun, kita seringkali meragukan usaha kita dan prematur memikirkan hasil atas usaha kita.

Mari kita melakukan apapun yang kita yakini kebaikannya, JUST DO IT dan YOU WILL SEE THE AMAZING RESULTS.

RSS (sindikasi berita) untuk tips dan tricks

Posted by naili on
1
RENUNGAN

Lumayan, bertambah satu fitur di MOTW. Bukan hal yang baru sama sekali, malah bisa dibilang terlambat.

Lagi-lagi sesuai prinsip, lebih baik terlambat daripada hanya jadi penonton.

Penampakan RSS Feed ini sempat tertunda oleh berbagai hal, mulai dari settingan file permission (ternyata salah script – gw juga sok tahu ngutak-ngatik script dan lupa dimana yang diutak-atik … 😉 )

Juga oleh keinginan untuk mencoba tampil beda. Hayo, ada yang tahu bedanya …?

Fitur RSS Feed ini masih menggunakan fasilitas standar. Hanya beda pada keluaran / output artikel yang ditampilkan.

Dalam mode standar, akan dihasilkan semua artikel terkini dan berstatus frontpage secara aktif.

Nah disini mulai jadi masalah, kenapa? Karena di MOTW tidak dikenal frontpage (diterjemahkan secara bebas : ruang tamu?) – langsung aja ke artikel yang ada.

Kedua, gw maunya yang tampil hanya bagian tips dan tricks saja. Kenapa? ya selera gw … he he he.

Resikonya ya, dengan terpaksa tapi senang, utak-atik sedikit core script, bermain sedikit dengan SQL statement …

Kendala berikutnya muncul ketika bermaksud menghadirkan URL yang istilahnya SEF – Search Engine Friendly supaya bisa SEO – Search Engine Optimation.

Secara default sih, bisa, hanya supaya seragam (tapi bukan yang garis-garis horizontal ya), diinginkan tampil dengan akhiran dot html, bukan standar SEF.

Percobaan dilanjut, utak-atik (mode sok tahu) Sh404SEF – custom plugin. Sip, langsung coba, dan berhasil di localhost.

Lanjut mengkombinasikan untuk menampilkan tayangan berbeda pada kondisi beda bahasa – mode multilingual.

Mmmm, rada sedikit rumit, mengingat data tampilan di halaman RSS yang tampil pada browser (cek pakai Firefox), disimpan ke dalam database.

Sebenarnya tidak terlalu masalah, hanya karena disimpan sebagai parameter, membuatnya semakin rumit.

Beginilah kalau tidak pernah sekolah komputer, modalnya hanya uji coba, trial and error, learning by doing. Dan dengan kombinasi cara halus dan sedikit memaksa, akhirnya bisa juga (senyum lebar …mmmm)

Coba lagi (masih di localhost), sip.

Lagi-lagi, kesalahan terulang, lupa melakukan penandaan perubahan (istilahnya changelog). dan begitu di upload ke server online, gagal dengan sukses.

Kalo sudah begini, istirahat dulu deh. 🙂

So, kesimpulannya,

  • perlu lebih membiasakan diri berdokumentasi, meski hanya sebaris kode (atau hanya tanda comment)
  • perlu istirahat meski satu jam untuk melepas pandangan mata dari monitor.
  • perlu mandi (bukan karena ‘basah’ ) supaya badan fresh lagi.
  • makan, ya, dari tadi kok lambung agak perih.

so, inilah catatanku, disusun sebagai e-changelog (penandaan perubahan secara elektronik)